Rabu, 22 Januari 2014

Deskripsi Tolol Tentang Cinta

*MENURUT GUE* 
CINTA itu gak mirip film FTV yang endingnya selalu bahagia. 
CINTA gak mirip film bioskop, dimana orang mati bisa hidup lagi demi CINTA. 
CINTA gak mirip gula, yang selalu aja manis. Ada juga CINTA yang mirip ketek, asem. Mirip garam juga ada, asin. CINTA itu lebih mirip sama permen nano-nano, manis-asam-asin, enak rasanya.
CINTA gak mirip tag-linenya HONDA, one heart. CINTA selalu ada untuk hati yang berikutnya. Biar keren pakai saja YAMAHA, Semakin Terdepan untuk mengejar CINTA.
CINTA gak mesti cuma buat berdua, ada juga CINTA yang boncengan bertiga.
CINTA juga gak semestinya satu malam. Ada yang dua malam, tergantunng isi dompet.
CINTA gak mirip kopi yang selalu aja hitam. CINTA bisa juga jadi susu yang kental dan enak.
CINTA itu mirip barang, siapa yang laku pasti dapat pelanggan. Siapa yang gak laku, selalu aja merana disabtu malam.
CINTA itu CINTA. Cewek CINTA cowok. Cowok CINTA cewek. Kalau ada cowok CINTA cowok, berati mereka berdua homo. Dan itu bukan gue.

CINTA itu mirip kentut, lebih baik dikeluarin daripada jadi penyakit. Kalau takut jatuh CINTA, yaah lebih baik kentut aja deh.
CINTA memaksa gue move-on walaupun sebenarnya gue gak mau. CINTA membuat gue galau berminggu-minggu. CINTA juga mengajarkan gue untuk nari pemanggil hujan ketika sabtu malam.
CINTA mengajarkan banyak hal, dari sakitnya putus sampai nikmatnya berCINTA.

CINTA bisa turun dari mobil baru turun ke hati. CINTA bisa turun dari dompet lalu turun ke tampang.
CINTA itu gak buta, buktinya dia bisa bedain. Mana yang HONDA Beat dan mana yang HONDA Jazz. Kalau cewek lebih suka sama cowok yang bawa mobil. Seharusnya supir angkot bisa jadi playboy.
CINTA itu gak buta, tapi ada kalanya CINTA itu, kadang salah melihat.
CINTA mengajari gue rasanya ditolak. CINTA mengajari gue rasanya menyerah. Dan CINTA juga-lah yang mengajari gue, kapan gue harus meminta maap kepada CINTA itu sendiri.
CINTA selalu membuat gue mendadak galau, berubah jadi stres, berubah jadi waras lagi, stres lagi, waras lagi dan seperti itulah CINTA mengenalkan gue kepada dunia ini.
CINTA adalah observasi. Observasi berati hasil. Hasil adalah kesimpulan. Kesimpulan dari ketiganya adalah CINTA.
CINTA itu gak mirip hujan, yang selalu aja dingin. CINTA bisa aja jadi gurun sahara yang gersang. CINTA juga bisa jadi matahari yang hangatnya menyinari dunia. CINTA juga bisa jadi mendung yang gelap, petir yang seram, dan angin yang kencang. CINTA juga bisa jadi embun pagi yang sejuk. Intinya CINTA adalah kabar cuaca. Dimana ada CINTA cuaca bisa berubah kapan saja.
CINTA mirip gunung, dari jauh kelihatan bagus, dari dalam banyak ularnya. 
CINTA mirip bemo, suka mogok dipinggir jalan.
CINTA mirip kuaci, bukanya susah, bijinya juga kecil.
CINTA mirip gitar, ada yang suaranya sumbang, ada juga yang suaranya merdu.
Jelas, CINTA itu bukan sendal yang bisa dipake sama beberapa orang.
CINTA itu mirip satu kunci yang bisa digunain untuk membuka beberapa gembok. Tapi gak ada yang namanya satu gembok yang bisa dibuka dengan beberapa kunci. Itu namanya gembok rusak. Gue juga bingung kenapa ini ngebahas soal gembok rusak.
Kembali lagi ke CINTA. CINTA menurut atlet bulutangkis adalah raket dan shutlecocks yang selalu menemani gue latihan. Tapi menurut atlet sepakbola, CINTA mirip gaji yang susah dibayar tapi mereka dengan sepenuh hati tetap memebela clubnya sampe akhir hayat.
CINTA itu gak mau dipaksakan. Mirip cewek, yang gak mau digrepek di dalem busway. Lagian, siapa juga yang mau digrepe-grepe?! 
CINTA itu mirip balapan lari. Diawalnya kenceng pas sampe mau finis capek sendiri. CINTA itu mirip balapan lari. Diawalnya kenceng pas sampe mau finis pelan-pelan.
CINTA itu mirip kayak anak kecil yang sedang main petak umpet, suka ngumpet-ngumpet di tempat yang susah ditemuin.
CINTA itu gak semudah nyari upil yang selalu aja ada dihidung.
Atau mungkin CINTAI pasangan kalian seperti upil yang gak bakalan habis dari hidung. 
CINTA itu mirip seperti gue yang gak bisa tidur gara-gara ketemu gebetan gue sekilas di kantin kampus. CINTA ngebuat gue gak bisa mikir kalau BBM atau SMS gue engga dia bales. CINTA membuat gue semangat ngampus, yang ujung-ujungnya cuma jadi alibi gue untuk modus pengen ngeliat dia. CINTA selalu ngebuat gue nunggu, kapan orang yang gue suka keluar dari kelas. Dan setelah tahu gebetan yang selalu gue incer udah punya pacar. CINTA jugalah yang mengajari gue untuk segera MOVE-ON. Walaupun dalam pelaksanaanya gue harus menanggung GALAU ber-minggu-minggu.
CINTA emang kampret! 
CINTA akan membuat gue terus jatuh CINTA, walaupun waktunya gak tepat. CINTA selalu ngebuat gue gak peduli terhadap orang-orang yang berada disamping gue. Dan sekali lagi, ketika CINTA itu datang, janganlah pernah menghindar .. karena sejauh apapun lo pergi, selamanya CINTA itu akan menghantui hati kalian :D





Salam Jatuh Cinta, untuk orang yang kalian CINTAI :D
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar